
Sebuah serangan drone Ukraina menghantam helikopter Rusia di sebuah pangkalan darurat di wilayah Voronezh, yang terletak lebih dari 150 kilometer dari garis depan.
Aksi tersebut menargetkan pesawat jenis Mi-28 dan Mi-17, yang berada di darat untuk pengisian bahan bakar dan perawatan teknis pada saat serangan terjadi.
Menurut Robert “Magyar” Brovdi, komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina, empat helikopter berada di lokasi ketika drone mencapai area tersebut. Serangan itu dilakukan oleh unit-unit khusus, termasuk Brigade ke-429 “Achilles” dan Brigade Artileri ke-43, dalam koordinasi dengan Grup Alpha dari dinas keamanan Ukraina.
Menurut sang komandan, serangan diarahkan secara presisi ke bagian belakang mesin pesawat, sambil menghindari bilah rotor utama. Pendekatan ini menunjukkan tingkat perencanaan dan eksekusi teknis yang tinggi dalam operasi tersebut.
Gambar yang dirilis setelah serangan menunjukkan kerusakan signifikan pada helikopter yang terkena dampak. Selain kerugian material, seorang teknisi yang bertanggung jawab atas perawatan pesawat tewas akibat serangan tersebut, menyoroti dampak manusia dari operasi itu.
Operators of the Unmanned Systems Forces struck Mi-17 and Mi-28 helicopters in the Voronezh region
According to objective control data, at the time of the strike, the aircraft were on the ground and likely undergoing maintenance. Enemy personnel responsible for their operation… pic.twitter.com/NZlIVX8rMM— 🇺🇦 Unmanned Systems Forces (@usf_army) April 29, 2026
Sumber: Militarnyi | Foto: X @usf_army | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
